Kan baru adzan jauh! 😅

diamanahi menjadi bagian ta’lim dalam organisasi BEM, membuat kami harus berusaha untuk menjadi teladan terlebih dalam masalah ruhiyyah dan ibadah. paling tidak sering-sering mengingatkan, salah satunya dalam masalah puasa. “akhwat…besok hari apa ya?” dengan serempak adik-adik tingkat akan menjawab, kalau tidak senin ya kamis😄. “seperti biasa ya kami dari bagian ta’lim menghimbau dan mengingatkan, barang siapa yang ingin berencana untuk puasa baik sunnah maupun qadha, silahkan azzam dan niatnya lebih diperkuat ya, semoga bangunnya gak telat dan bisa menjalankan sahur.” diksi yang sudah hafal diluar kepala, saking seringnya mengumumkan prihal tersebut di depan mereka.

tapi rasanya masih ada yang mengganjal. sontak saya teringat, masih ada sesuatu yang harus saya sampaikan lagi. ya…permasalahan sahur. kerab kali kita melihat atau mungkin kita sendiri pernah melakukannya. entah karena lupa atau bisa jadi karena belum tahu. saat nikmat-nikmatnya menyantap makan sahur, ehh terdengar suara adzan. bukannya menyelesaikan makan dan mulai berpuasa dan menahan, malah tancap gas. makannya dipercepat. alasannya, “kan baru adzan jauh, masjid yang dekat sini belum adzan kok.”

Seharusnya Bagaimana?

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“dan makan dan minumlah kalian hingga jelas atas kalian benang putih dan benang hitam (terbitnya fajar) kemudian sempurnakanlah puasa hingga datang malam.”

imam Nawawi dalam salah satu kitabnya, Majmu’ Syarhul Muhazzab mengatakan, jika seseorang sudah yakin fajar telah terbit (sekarang ditandai dengan adzan) maka hendaknya dia mulai berpuasa. jika masih ada makanan di mulutnya, maka hendaknya dia memuntahkannya. jika dia sengaja menelannya maka status puasanya adalah batal. tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini.

lantas hadist ini bagaimana?

ذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

“Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan piring ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkannya hingga dia habiskan isinya.” (HR. Abu Daud)

seakan-akan bertentangan dengan firman Allah ta’ala. sehingga penting bagi kita kita untuk menelisik dan mencari syarh (penjelasan) dan asbabul wurud sebuah hadits. hadits ini menjelaskan bahwasannya pada masa Rasululloh terdapat dua adzan. pertama adalah adzan yang dikumandangkan Bilal yaitu sebelum terbitnya fajar. kedua, adzan yang dikumandangkan sahabat Abdulloh bin Ummi Maktum, ketika sudah terbit fajar. sehingga hadits ini mengisyaratkan, masih diperbolehkan untuk makan dan minum saat mendengar adzan pertama yang dikumandangkan bilal.

sedangkan saat ini tidak ada dua adzan seperti demikian. sehingga tatkala kita mendengar adzan apa hendaknya segera menyempurnakan puasa. jika masih ada makanan dalam mulut, hendaknya dibuang dan dimuntahkan. dan lebih baik lagi jika kita dapat memperkirakan waktu sahur kita agar tidak tergesa-gesa. wallahu a’lam bish shawab.

warnaDuniaSantri✨

semoga bermanfaat, saya ucapkan terima kasih, jazakumulloh khair bagi pembaca yang sudah meluangkan waktu mampir di blog saya🤗

merekalah, “QABIDHATUL JAMRI”

Bismillahi dzul mahabbati wa rahmah

Alhamdulillah, beribu rasa syukur hanya di persembahkan kepada Ilahi Rabbi, rabb semesta alam, dzat yang berhak atas segala perkara, dan Maha berkehendak atas segala urusan. Tidak ada kata yang pantas keluar dari lisan seorang muslim kecuali rasa syukur tersebut… dan semoga kita semua termasuk golongan hamba Alloh yang senantiasa bersyukur, bukan golongan yang kufur akan nikmatnya. Aamiin….

Shalawat beriringkan salam semoga tidak pernah alpa tercurahkan kepada manusia mulia, putra padang pasir, sang panglima perang terhebat sepanjang masa, suri tauladan terhebat bagi para umat manusia. Karena atas perjuangan besar beliau kita dapat merasakan begitu manisnya cahaya islam ini.

Yahh…. Kali ini saya akan berbagi tulisan sederhana mengenai perjuangan islam. Walaupun sebelumnya sempat buntu mau berbagi tulisan apa buat semuanya.

Renungi hadits Nabi yang satu ini yuk “sesungguhnya islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing. Maka berbahagialah bagi para ghuraba’, lalu Rasululloh ditanya siapakah para ghuraba’ tersebut? Merekahlah yang membuat perubahan tatkala manusia berbuat kerusakan. Perlu kita pahami Bersama bahwa keadaan pada masa yang disebutkan oleh Rasululloh dalam haditsnya benar telah terjadi. Begitu banyaknya manusia bahkan yang mengaku muslim dan umat nabi Muhammad namun yang mereka melakukan banyak kerusakan di muka bumi dengan tangan mereka sendiri yang tanpa sadar hanya akan merugikan diri mereka sendiri. Namun tak dapat dipungkiri bahwasanya disamping itu semua masih ada segolongan orang yang melakukan perubahan terhadap umat islam, merekalah yang dengan tsiqqahnya mengamalkan setiap ajaran syariat lantas berjuang mengajarkan, mengajak umat menuju jalan yang haq. Mereka itulah golongan yang teguh menggenggam sunnah-sunnah nabi, karena mereka yakin menjalankannya adalah sebuah sebab datangnya Barakah yang sangat besar, dan mendatangkan cinta Alloh, mereka istiqamah dimana orang lain merasa berat untuk menjalankannya. Mereka itulah yang datang dengan misi yang besar, misi iqamatuddin, amar ma’ruf dan nahyi munkar. Mereka itulah umat nabi Muhammad yang disebutkan sebagai “qobidhatul jamri” sang pemegang bara api. Sepanas apapun bara itu, namun syariat islam tetaplah harus di pegang erat. Tanpa takut kesengsaraan, kesusahan, kesulitan, dan berbagai bahaya yang mengecam, karena mereka selalu yakin akan janji Alloh yang tidak perlu ditanya, janji Alloh yang benar-benar nyata adanay bagi hamba-hamba-Nya tersebut.

Saudaraku……. Saya mengajak diri saya sendiri dan juga kalian semua untuk Bersama berjalan dalam titihan jalan ini. Bersama berjalan dan ikut mengajak yang lain…

Sehampar malam  desa pilang, Masaran, Sragen, hidayaturrahman Islamic university…

“ISLAM YANG UNIVERSAL DAN TUJUANNYA”

Alloh mengutus nabi Muhammad dengan ajaran yang universal dan komprehensif. Dengan islam manusia akan hidup secara mula, sempurna dan bermartabat. Kurang lebih 23 tahun, Rasululloh berdakwah. Selama itu juga Islam telah disampaikan secara sempurna dan manusia berbondong-bondong memeluknya.

ISLAM YANG UNIVERSAL

Islam tidak dibatasi waktu dan juga tempat. Islam juga tidak diperuntukkan untuk generasi tertentu atau kaum tertentu., layaknya karakter agama-agama sebelumnya. Islam diturunkan untuk seluruh manusia hingga akhir zaman kelak. Alloh berfirman:

“dan kami tidak mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(Q.S Saba’:28)

Dan dalam sebuah hadits disebutkan

“dahulu setiap Nabi diutus khusus untuk kaum tertentu sedangkan aku diutus untuk semuanya yang berkulit merah dan hitam”

 HAL-HAL YANG MEMPERKUAT UNIVERSALITAS DAN KOMPHREHENSIF ISLAM IALAH:

  1. AJARAN ISLAM MUDAH DIPAHAMI DAN DIAMALKAN

Alloh berfirman, “Alloh menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan untuk kalian” (Q.S.AL-Baqarah:185)

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Sa’id Al-Maqbari, juga disebutkan bahwasannya Rasululloh bersabda,

إن هذا الدين يسر ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه

“agama islam ini mudah, tidakalah seorang mempersulit agama kecuali dia akan kalah”

أحب الين إلى الله الحنيفية و السمحة

“agama yang paling disulkai alloh adalah yang murni dan mudah”

  • AJARAN AGAMA YANG TIDAK BERUBAH DENGAN BERUBAHNYA TEMPAT DAN WAKTU, SEPERTI AQIDAH DAN IBADAH, DIJELASKAN OLEH ISLAM SECARA RINCI DISERTAI DALIL-DALILNYA

Jadi, tidak ada peluang untuk ditambah atau dikurangi. Sedangkan hala-hal yang bias berubah dengan berubahnya waktu dan tempat, seperti urusan agama yang berlandaskan asas manfaat atau urusan politik dan militer, maka dijelaskan secara global, agar bias mengikuti asas manfaat dari masa kemasa, dan para pemimpin bias menjadikannya sebagai parameter dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

  • SEMUA AJARAN ISLAM BERTUJUAN MENJAGA AGAMA, JIWA, AKAL, KETURUNAN, DAN HARTA.

Tentu saja islam sesuai dengan fitrah, akal, perkembangan dan sesuai dengan segala zaman dan tempat.

(Q.S Al-A’raf: 32-33) dan (Q.S Al-A’raf: 156-157)

TUJUAN YANG INGIN DICAPAI OLEH ISLAM 

Tujuan yang ingin dicapai oleh islam adalah penyucian jiwa melalui pemahamaan yang benar tentang Alloh dan ibadah kepada-Nya. Tujuan lain adalah mempererat hubungan kemanusiaan yang dilandasi cinta kasigh, prsaudaraan, persamaan dan keadila. Sehingga manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

FIQIH ATAU PERUNDANG-UNDANGAN ISLAM

Perundang-undangan islam atau fiqih adalah satu aspek penting dari ajaran islam. Aspek inilah yang mencerminkan sisi ilmiyyah ajaran islam. Permasalahan fiqih yang bersifat ibadah murni, seperti tata cara ibadah, bersumber hanya dari wahyu yang disampaikan dari Alloh kepada Nabi-Nya, baik berupa Al-Qur’an, hadits atau ijtihad yang ditetapkan. Dan tugas Rasululloh hanyalah menyampaikan dan menjelaskan apa yang diwahyukan kepadanya.

Sedangkan permasalahan fiqih yang berhubungan dengan urusan dunia, baik peradilan, politik atau militer, Rasululloh diperintahkan untuk meminta pertimbangan para sahabatnya. Tidak jarang beliau mengalah karena melihat pendapat pendapat para sahabat lebih baik., seperti yang terjadi di perang uhud dan badar.

kiprah dakwah wanita

Mulai dari awal, sejarah mencatat bahwa wanita memainkan peranan penting dalam tersebarnya kebenaran mendasar dari dakwah Islam. Dari pengorbanan Sumayyah r.a. yang diceritakan dalam hadits-hadits dari Aisyah r.a., wanitalah yang menolong kemajuan dan penyebaran agama Islam. Allah swt. juga meninggikan status dari dai dan memuji mereka dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Allah?” (QS. Fushilat ( 41) : 33).

Dakwah kepada agama Allah swt. adalah sebuah kewajiban atas setiap muslim dalam segala usia dan dalam waktu yang kita punyai, dakwah ini adalah penting dalam memberantas kejahatan-kejahatan serangan musuh-musuh Allah swt. yang sedang bertarung (dengan kita), dengan cara menggerakkan kembali pentingnya dakwah di hati kaum muslimin. Allah swt. tidak membatasi dakwah hanya kepada laki-laki saja tetapi menunjuk kepada seluruh umat Muhammad saw. ketika Allah swt. berfirman:

“ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl (16) : 125).

Oleh karena itu wanita justru sama seperti laki-laki (dalam hal dakwah) yang seharusnya juga menyeru kepada (agama) Allah swt. dan memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah keburukan dengan jalan dan tata cara yang telah ditunjuk oleh syara. Pada masa Rasulullah Muhammad saw., wanita mengambil peranannya sebagai da’iyah yang serius. Diriwayatkan oleh Abu Sa’id r.a. bahwa wanita pernah mendatangi Rasulullah saw. dan mengatakan,

” Kaum laki-laki telah membuat Anda sibuk dan kita tidak memperoleh perhatian yang cukup dari Anda, sudikah Anda mengkhususkan sebuah hari untuk kita?” Beliau saw. kemudian menjanjikan kepada mereka sebuah hari khusus untuk pertemuan dengan mereka dan mengajar mereka. (HR.Al-Bukhari)  

Lebih lanjut Rasulullah saw. menegur orang-orang dengan mengatakan,”

Siapakah yang hadir di sini yang telah menyampaikan apa yang dia dengar kepada orang lain dan siapakah yang tidak hadir?” (HR. Bukhari)

Ini mengindikasikan bahwa sebaiknya melakukan pengajaran terhadap wanita (karena wanita tidak ikut dalam majelis tersebut), beliau memerintahkan kepada mereka untuk menyebarkan apa yang dia dengar.

Kita perhatikan fakta bahwa sejarah yang nyata telah memberikan kesaksian atas adanya para wanita yang memainkan peranan yang besar dalam menyampaikan Dinul Islam. Sumayyah r.a. memberikan hidupnya ketika Abu Jahal membunuhnya karena ia memeluk Islam. Dia adalah muslim pertama dari wanita yang syahid demi untuk agamanya. Khodijah r.a., istri pertama Muhammad saw. yang sangat kaya, telah membelanjakan seluruh uangnya untuk mendukung dakwah. Ummu Salamah r.a. rela meninggalkan suaminya dan melihat anak-anaknya dianiaya ketika dia hijrah. Ummu Imarah r.a. berperang mempertahankan Rasulullah saw. dalam perang Uhud.

Seseorang harus memahami penekanan akan kewajiban ini dan berbuat sebagaimana Rasulullah telah mencontohkannya bahwa Rasulullah saw. memerintahkan untuk menyampaikan Islam dan tidak tinggal diam serta pasif, sebagaimana Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah kami menerangkannya kepada manusia dalam “Al-Kitab”, mereka itu dilaknati Allah…” (QS. Al Baqarah( 2) : 159).

Wallahu’alam bis showab!

💻MY FIRST BLOG💌

🤗أهلا وسهلا يا إخواني وأخواتي في الدّين

selamat datang di blog saya… semoga tulisan2 ini dapat memberi manfaat kepada para pembaca, saya berharap anda bisa memberikan kritik dan saran yang membangun untuk tulisan ini, jangan lupa like dan follow ya😊

“kehidupan kita tak akan lepas dari aktifitas ilmu, baik anda menjadi mu’allimnya (pengajar) atau menjadi muta’allimnya. karena pada hakikatnya tholabul ilmi bukan terbatas pada kegiatan formal di dalam kelas… anda dapat belajar dari buah hasil atau karya seseorang…

“semangat untuk selalu menyebarkan kebaikan”

Ali bin Abi Thalib berkata : semua orang akan mati, namun tulisannya akan terus ada, untuk itu tulislah sesuatu yang memberikan manfaat untukmu di akhirat”

Syukron…Jazakumulloh khoiron katsir💖

Radhiyatun Nisa’

Be yourself; Everyone else is already taken.

— Oscar Wilde.

This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

🔖C.E.R.M.I.N.A.N✨

@radhiyatunnisa

Harus pandai-pandai memilih idola dalam kehidupan

sebab mereka itu adalah cerminan

Cerminan akan pembentukkan kepribadian

Kalau kita berbicara tentang kepandaian

Betapa banyak orang-orang yang rasanya tak terkalahkan

Kalau katampanan fisik menjadi acuan

Ya..pastinya hanya sebatas hal itu yang akan didapatkan

Yuk… transformasi pilihan

Agar bukan hanya melahirkan sebuah kesia-siaan

Namun nilai dan pahala yang menumbuhkan keberkahan…

HUKUM MENINGGALKAN SHALAT JAMA’AH DI MASJID SAAT PANDEMI CORONA

Oleh: @radhiyatunnisa

            Saat ini dunia digemparkan dengan sebuah musibah besar yang melanda berbagai negara, yaitu virus covid-19 atau yang akrab disebut dengan virus corona. Hasil penelitian menyebutkan bahwa virus ini dapat menular kepada orang lain walaupun tidak ada gejala yang muncul.

Hal ini membuat kita sangat sulit untuk membedakan antara orang yang terpapar oleh virus dengan orang yang sehat. Dan tempat-tempat umum seperti sekolah, pasar, dan masjid adalah tempat-tempat yang memungkinkan seseorang tertular oleh virus tersebut.

            Menjaga keselamatan jiwa kaum muslimin secara umum meruoakan salah satu tujuan utama syari’at islam. Adapun wewenang ulama dalam prihal ini adalah memberikan fatwa dan arahan dalam hal-hal yang berada dalam naungan mereka, seperti masjid dan pondok pesantren. Dari sinilah muncul perbedaan fatwa ulama mengenai shalat jama’ah di masjid tatkala terjadi pandemic corona.

  1. Sebagian ulama kontemporer: Wajib Shalat Lima Waktu Jama’ah Dan Jum’at Di Masjid. Diantara yang berpendapat demikian adalah Syaikh, Ahmad Al-Kuri dari Mauritania dan Syaikh Hakim, Al-Muthairi dari Kuwait. Adapun hujjah yang mereka gunakan adalah:
  2. Pada saat perang dan kondisi ketakutan yang berkecamuk shalat berjama’ah tetap dilakukan.
  3. Virus corona muncul disebabkan oleh dosa-dosa manusia, sehingga solusinya adalah taubat nasuha dan meningkatkan amal shalih bukan malah meninggalkannya.
  4. Iman kepada takdir Allah melarang kaum muslimin dari meninggalkan shalat jama’ah di masjid karena takut oleh penyakit.
  5. tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat terjadi pandemi penyakit adalah penduduk negeri yang mengalami pandemi wajib bertahan di dalam negerinya, tidak keluar dari negeri tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Khalifah Umar tidak meliburkan shalat jamaah dan shalat Jumat dari masjid.
  6. dalam menghadapi sebuah musibah, Allah ‘azza wa jalla memberi petunjuk kepada kaum muslimin untuk bersabar dan melaksanakan shalat.
  • orang yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid akan mendapatkan jaminan Allah ‘azza wajalla. Maka cukuplah jaminan Allah ‘azza wajalla sebagai pelindung bagi kaum muslimin dari berbagai macam penyakit dan bencana.
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengizinkan seorang sahabat yang buta untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid, padahal sahabat tersebut tidak memiliki pembantu yang menuntunnya ke masjid
  • Sepanjang sejarah Islam telah berulang-kali terjadi pandemi Tha’un dan penyakit lainnya. Namun tidak ada seorang ulama pun yang memfatwakan penutupan masjid karena adanya pandemi tersebut.
  • melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di masjid dan shalat Jumat di masjid adalah bagian dari hifzhud diin (menjaga agama). Sedangkan menghindari penyebaran virus covid-19 adalah bagian dari hifzhun nafs (menjaga nyawa). Para ulama telah sepakat bahwa menjaga agama harus didahulukan atas menjaga nyawa.
  1. Mayoritas Lembaga fatwa dan para ulama kontemporer berpendapat: Bolehnya Meninggalkan Shalat Jama’ah Di Masjid. Di antara lembaga fatwa resmi internasional yang

berpendapat demikian adalah Dewan Fatwa Al-Azhar Mesir, Dewan Fatwa Ulama Kerajaan Arab Saudi, Dewan Fatwa Kuwait, Dewan Fatwa Uni Emirat Arab dan lain-lain. Dari dalam negeri, diantaranya adalah Fatwa MUI, Fatwa Bahtsul Masail NU, Fatwa Majlis Tarjih Muhammadiyah, dan Fatwa Hisbah Persis.

Adapun pendapat mereka didasari oleh beberapa hujjah:

  1. Larangan orang yang memiliki penyakit menular mendatangi dan berkumpul dengan orang-orang yang sehat.
  2. Larangan menimbulkan bahaya kepada diri sendiri dan orang lain.
  3. Perintah agar tidak mendekat kepada orang yang sedang diuji dengan penyakit menular.
  4.  Larangn berkumpul dengan kaum muslimin dalam kodisi bau badan yang tidak enak. Apalagi jika kondisi terjangkit virus.
  5. Kebolehan tidak menghadiri shalat berjamaah dan shalat Jumat di masjid saat sakit,terjadi hujan lebat atau khawatir atas keselamatan nyawa dan harta.

KAJIAN ARGUMENTASI PENDAPAT PERTAMA

  1. Syari’at shalat khauf merupakan salah satu rukhsah atau keringanan dari Allah. Yang mana di dalamnya terdapat banyak rukun dan sunnah shalat yang boleh ditinggalkan. Inti dari shalat khauf adalah agar prajurit islam tetap mengingat dan beribadah kepada Allah pada waktu yang telah ditetapkan. kelompok pertama hanya menyitir satu ayat Al-Quran dan sebagian hadits shahih tentang tata cara shalat khauf.
  2. benar, pandemi corona adalah bagian dari ujian Allah ‘azza wajalla, diakibatkan oleh dosa-dosa umat manusia. Namun melaksanakan shalat wajib lima waktu berjamaah di rumah dan shalat Zhuhur berjamaah di rumah, saat terjadi pandemic corona, bukanlah perbuatan dosa dan maksiat belaka. Keduanya adalah bagian dari amal shalih, karena dilakukan berdasarkan petunjuk dan ketentuan syariat, bukan berdasar hawa nafsu belaka. Itu berarti beralih dari satu ketentuan syariat, kepada ketentuan syariat lainnya, karena ada alasan yang dibenarkan oleh syariat pula.
  3. memang benar, Allah ‘azza wajalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan keimanan kepada takdir. Allah ‘azza wajalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mewajibkan tawakal kepada Allah semata. Namun Allah ‘azza wajalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pula yang mewajibkan kaum muslimin untuk mengambil sebab-sebab. Menempuh sebab dan ikhtiar adalah bagian tak terpisahkan dari iman kepada takdir dan tawakal kepada Allah.
  4. memang benar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi arahan seperti itu terkait keluar-masuk ke negeri yang mengalami pandemic. Arahan tersebut ditujukan saat pandemi penyakit terjadi di sebuah negeri saja. Problemnya adalah pandemi corona saat ini tidak terjadi di sebuah negeri (desa, kecamatan, kota atau negara) saja.Pandemi corona telah menyebar luas ke hampir seluruh negara di dunia. Ia menyebar dengan cepat ke propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa.
  5. memangbenar Allah memerintahkan sabar dan shalat saat terjadi musibah. Namun perintah dalam ayat Al-Qur’an tersebut masih bersifat umum.
  6. hadits yang disebutkan oleh kelompok pertama adalah dalil umum yang berlaku untuk situasi umum, yaitu situasi aman-tentram
  7. memangbenar, hadits-hadits shahih menegaskan bahwa seorang muslim yang melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah niscaya akan berada dalam jaminan Allah ‘azza wajalla. Namun, jaminan seperti apa yang dimaksud oleh hadits-hadits tersebut?
  8. pada hari penaklukan kota Makkah,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menutup Ka’bah atau Masjidil Haram dari masyarakat umum selama beberapa jam untuk suatu maslahat.
  9. semua ulama sepakat bahwa syariat Islam mengakui tiga jenis maslahat berdasar tingkat kekuatannya dan kebutuhan umat manusia terhadapnya. Maslahat yang paling tinggi adalah maslahat dharuriyah. Maslahat yang lebih rendah darinya adalah maslahat hajiyah.

KESIMPULAN:

Dapat disimpulkan bahwa pendapat pertama didasarkan kepada dalildalil umum, yang berbicara tentang situasikondisi umum. Dalil-dalil umum tersebut belum menjelaskan situasi-situasi khusus dan kasus-kasus pengecualian dari situasi-kondisi umum. Adapun pendapat kedua memaparkan dalil-dalil khusus, yang menjelaskan situasi-kondisi khusus dan kasus-kasus pengecualian.

TUGAS RESUME FIQHUN NAWAZIL

HUKUM MENINGGALKAN SHALAT JAMA’AH DI MASJID SAAT PANDEMI CORONA

Oleh: Radhiyatun Nisa’

            Saat ini dunia digemparkan dengan sebuah musibah besar yang melanda berbagai negara, yaitu virus covid-19 atau yang akrab disebut dengan virus corona. Hasil penelitian menyebutkan bahwa virus ini dapat menular kepada orang lain walaupun tidak ada gejala yang muncul.

Hal ini membuat kita sangat sulit untuk membedakan antara orang yang terpapar oleh virus dengan orang yang sehat. Dan tempat-tempat umum seperti sekolah, pasar, dan masjid adalah tempat-tempat yang memungkinkan seseorang tertular oleh virus tersebut.

            Menjaga keselamatan jiwa kaum muslimin secara umum meruoakan salah satu tujuan utama syari’at islam. Adapun wewenang ulama dalam prihal ini adalah memberikan fatwa dan arahan dalam hal-hal yang berada dalam naungan mereka, seperti masjid dan pondok pesantren. Dari sinilah muncul perbedaan fatwa ulama mengenai shalat jama’ah di masjid tatkala terjadi pandemic corona.

  1. Sebagian ulama kontemporer: Wajib Shalat Lima Waktu Jama’ah Dan Jum’at Di Masjid. Diantara yang berpendapat demikian adalah Syaikh, Ahmad Al-Kuri dari Mauritania dan Syaikh Hakim, Al-Muthairi dari Kuwait. Adapun hujjah yang mereka gunakan adalah:
  2. Pada saat perang dan kondisi ketakutan yang berkecamuk shalat berjama’ah tetap dilakukan.
  3. Virus corona muncul disebabkan oleh dosa-dosa manusia, sehingga solusinya adalah taubat nasuha dan meningkatkan amal shalih bukan malah meninggalkannya.
  4. Iman kepada takdir Allah melarang kaum muslimin dari meninggalkan shalat jama’ah di masjid karena takut oleh penyakit.
  5. tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat terjadi pandemi penyakit adalah penduduk negeri yang mengalami pandemi wajib bertahan di dalam negerinya, tidak keluar dari negeri tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Khalifah Umar tidak meliburkan shalat jamaah dan shalat Jumat dari masjid.
  6. dalam menghadapi sebuah musibah, Allah ‘azza wa jalla memberi petunjuk kepada kaum muslimin untuk bersabar dan melaksanakan shalat.
  • orang yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid akan mendapatkan jaminan Allah ‘azza wajalla. Maka cukuplah jaminan Allah ‘azza wajalla sebagai pelindung bagi kaum muslimin dari berbagai macam penyakit dan bencana.
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengizinkan seorang sahabat yang buta untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid, padahal sahabat tersebut tidak memiliki pembantu yang menuntunnya ke masjid
  • Sepanjang sejarah Islam telah berulang-kali terjadi pandemi Tha’un dan penyakit lainnya. Namun tidak ada seorang ulama pun yang memfatwakan penutupan masjid karena adanya pandemi tersebut.
  • melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di masjid dan shalat Jumat di masjid adalah bagian dari hifzhud diin (menjaga agama). Sedangkan menghindari penyebaran virus covid-19 adalah bagian dari hifzhun nafs (menjaga nyawa). Para ulama telah sepakat bahwa menjaga agama harus didahulukan atas menjaga nyawa.
  1. Mayoritas Lembaga fatwa dan para ulama kontemporer berpendapat: Bolehnya Meninggalkan Shalat Jama’ah Di Masjid. Di antara lembaga fatwa resmi internasional yang

berpendapat demikian adalah Dewan Fatwa Al-Azhar Mesir, Dewan Fatwa Ulama Kerajaan Arab Saudi, Dewan Fatwa Kuwait, Dewan Fatwa Uni Emirat Arab dan lain-lain. Dari dalam negeri, diantaranya adalah Fatwa MUI, Fatwa Bahtsul Masail NU, Fatwa Majlis Tarjih Muhammadiyah, dan Fatwa Hisbah Persis.

Adapun pendapat mereka didasari oleh beberapa hujjah:

  1. Larangan orang yang memiliki penyakit menular mendatangi dan berkumpul dengan orang-orang yang sehat.
  2. Larangan menimbulkan bahaya kepada diri sendiri dan orang lain.
  3. Perintah agar tidak mendekat kepada orang yang sedang diuji dengan penyakit menular.
  4.  Larangn berkumpul dengan kaum muslimin dalam kodisi bau badan yang tidak enak. Apalagi jika kondisi terjangkit virus.
  5. Kebolehan tidak menghadiri shalat berjamaah dan shalat Jumat di masjid saat sakit,terjadi hujan lebat atau khawatir atas keselamatan nyawa dan harta.

KAJIAN ARGUMENTASI PENDAPAT PERTAMA

  1. Syari’at shalat khauf merupakan salah satu rukhsah atau keringanan dari Allah. Yang mana di dalamnya terdapat banyak rukun dan sunnah shalat yang boleh ditinggalkan. Inti dari shalat khauf adalah agar prajurit islam tetap mengingat dan beribadah kepada Allah pada waktu yang telah ditetapkan. kelompok pertama hanya menyitir satu ayat Al-Quran dan sebagian hadits shahih tentang tata cara shalat khauf.
  2. benar, pandemi corona adalah bagian dari ujian Allah ‘azza wajalla, diakibatkan oleh dosa-dosa umat manusia. Namun melaksanakan shalat wajib lima waktu berjamaah di rumah dan shalat Zhuhur berjamaah di rumah, saat terjadi pandemic corona, bukanlah perbuatan dosa dan maksiat belaka. Keduanya adalah bagian dari amal shalih, karena dilakukan berdasarkan petunjuk dan ketentuan syariat, bukan berdasar hawa nafsu belaka. Itu berarti beralih dari satu ketentuan syariat, kepada ketentuan syariat lainnya, karena ada alasan yang dibenarkan oleh syariat pula.
  3. memang benar, Allah ‘azza wajalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan keimanan kepada takdir. Allah ‘azza wajalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mewajibkan tawakal kepada Allah semata. Namun Allah ‘azza wajalla dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pula yang mewajibkan kaum muslimin untuk mengambil sebab-sebab. Menempuh sebab dan ikhtiar adalah bagian tak terpisahkan dari iman kepada takdir dan tawakal kepada Allah.
  4. memang benar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi arahan seperti itu terkait keluar-masuk ke negeri yang mengalami pandemic. Arahan tersebut ditujukan saat pandemi penyakit terjadi di sebuah negeri saja. Problemnya adalah pandemi corona saat ini tidak terjadi di sebuah negeri (desa, kecamatan, kota atau negara) saja.Pandemi corona telah menyebar luas ke hampir seluruh negara di dunia. Ia menyebar dengan cepat ke propinsi, kabupaten, kecamatan dan desa.
  5. memangbenar Allah memerintahkan sabar dan shalat saat terjadi musibah. Namun perintah dalam ayat Al-Qur’an tersebut masih bersifat umum.
  6. hadits yang disebutkan oleh kelompok pertama adalah dalil umum yang berlaku untuk situasi umum, yaitu situasi aman-tentram
  7. memangbenar, hadits-hadits shahih menegaskan bahwa seorang muslim yang melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah niscaya akan berada dalam jaminan Allah ‘azza wajalla. Namun, jaminan seperti apa yang dimaksud oleh hadits-hadits tersebut?
  8. pada hari penaklukan kota Makkah,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menutup Ka’bah atau Masjidil Haram dari masyarakat umum selama beberapa jam untuk suatu maslahat.
  9. semua ulama sepakat bahwa syariat Islam mengakui tiga jenis maslahat berdasar tingkat kekuatannya dan kebutuhan umat manusia terhadapnya. Maslahat yang paling tinggi adalah maslahat dharuriyah. Maslahat yang lebih rendah darinya adalah maslahat hajiyah.

KESIMPULAN:

Dapat disimpulkan bahwa pendapat pertama didasarkan kepada dalildalil umum, yang berbicara tentang situasikondisi umum. Dalil-dalil umum tersebut belum menjelaskan situasi-situasi khusus dan kasus-kasus pengecualian dari situasi-kondisi umum. Adapun pendapat kedua memaparkan dalil-dalil khusus, yang menjelaskan situasi-kondisi khusus dan kasus-kasus pengecualian.

💢LEGA✨

Hanya untuk melegakan sesak yang tertahan di dada

melepaskan setiap rasa yang tak dapat dipahami panca indra

butiran bening itu aku tumpahkan lagi pada akhirnya

hmmm, rasa,

yang muncul entah tiba-tiba

sebenarnya

untuk tujuan apa?

hadir dan singgah di sana?

merasa sakit dan terluka

karena aku tak dapat memahami

ohh, hati….

mengapa terlalu mudah merasa tersakiti?

mengapa terlalu mudah merasa perih?

sebelum waktunya berlalu, lebih baik kau obati

mana?

sosok tegar berjiwa ksatria

apa tidak ada setetes sifat dari dirinya

wanita-wanita hebat bersandangkan mulia ?

yang tahan akan segala hal apalagi luka

@radhiyatunnisa

💦TERTIPU KATA CINTA💖

@radhiyatunnisa

Lagi-lagi dia datang ibarat kado terindah yang kulihat tepat di depan mata

Menenggelamkan diri bersama sejuta kesenangan yang menghampiri jiwa

Iya…bahagia tiada tara

Itulah rasa yang tak akan mampu ku uraikan dengan ribuan kata

Walau kau mampu menghadirkan berlembar-lembar kertas dan pena

Tetap saja,

Definisi dan maknanya terlalu panjang dan lebar tuk kutulis dengan tinta

Apalagi tuk ku ucapkan dengan lisan…sangat letih sekali rasanya

Namun kau tahu 

Waktu yang berputar dengan segala episode kehidupan kita

Memberiku isyarat dan peringatan tentang aku dan dia

Bahwa aku sedang tertipu dan jauh terbawa

Aku tertipu kata cinta

Kata yang terasa manis di bibir dan indah di pandang mata

Ohh ya Alloh

Aku memohon maaf dan ampunan dari Engkau sang Petunjuk jiwa

Aku terlalu berharap pada makhluk yang tak berarti apa-apa

Aku menyadari, diri ini hanyalah sosok yang belum bisa mengendalikan nafsu dengan sempurna

Ya Rabb… dengan linangan air mata

Lagi lagi aku mengakui setiap alpa…

Sang Pejuang Warisan Nabi

“Ketika aku mendengar suatu kalimat yang belum pernah kudengar, maka seluruh anggota badanku merasakan kenikmatan sebagaimana nikmatnya kedua telinga saat mendengarkannya.”(imam Syafi’i)

Berbicara mengenai sebuah perjuangan, maka tidak akan lepas kaitannya dengan segala hal yang tidak mengenakkan, pahit, penuh onak duri, pengorbanan, tetesan keringat dan air mata, tantangan, rintangan, baik jiwa maupun harta. Setiap orang pasti pernah merasakan hidup dengan melakukan suatu perjuangan. Dan tentu saja hal yang diperjuangkan tersebut berbeda-beda setiap masing-masing. Karena dalam meraih sesuatu ada kalanya seseorang tidak langsung dengan mudah mendapat dan meraihnya. Ada kalanya dia harus mengerahkan segala hal yang dia mampu untuk bisa mendapatnya. Salah satunya adalah perjuangan seseorang dalam mencari ilmu.

Mencari ilmu bukanlah suatu perkara yang mudah. Apalagi pada zaman dahulu, yaitu pada masa Rasulullah, para sahabat, tabi’in, dan para ulama. Jika kita menela’ah kembali sejarah islam, maka kita akan mendapatkan kisah hidup yang begitu menginspirasi dan bisa kita jadikan contoh serta teladan. Bagaimana para ulama zaman dahulu berjuang demi mendapatkan sepotong hadits Rasulullah, berhari-hari menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki, ada yang rela menjual baju, atau bahkan atap rumah sebagai bentuk pengorbanan mereka. Kisah-kisah perjalan hidup mereka tidak akan lekang oleh zaman, rasanya mustahil dapat melupakan sejarah hidup mereka yang memberikan manfaat bagi setiap orang, bukan hanya pada masa mereka hidup tapi hingga masa dimana kita hidup sekarang.

            Siapa yang tak mengenal ulama satu ini, imam Syafi’i. Salah satu ulama cendekiawan dengan segudang ilmu yang hingga saat ini para umat islam merasakannya. Nama lengkapnyanya adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’I bin Saib bin Ubaid bin Abi Yazid bin Hasyim. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah. Namun beliau juga sangat terkenal dengan sebutan Syafi’i. imam Syafi’i lahir di sebuah daerah bernama Gaza, pada tahun 150 H, tahun dimana Imam Abu Hanifah wafat. Ayah beliau meninggal dunia pada usia muda, sehingga pada usia balita imam syafi’i adalah seorang anak yatim dalam pengasuhan sang ibu. Karena ibu imam syafi’I mengkhawatirkan pertumbuhanya kelak, maka tatkala menginjak usia dua tahun imam syafii  diajak pindah ke kampung halaman ibunya di Makkah, agar beliau dapat tumbuh disana dengan lingkungan yang baik, begitulah harapan mulia sang ibu terhadap anaknya. Menjalani hidup dalam kefakiran tentu bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita yang ditinggal wafat suaminya, terlebih ia harus membesarkan anak seorang diri. Namun karena keshalihan yang telah Allah karuniakan kepada  seorang ibu, beliau berhasil mendidik sang anak hingga sukses menjadi seorang ulama besar dengan segudang ilmu.  

            Berkat kesungguhan sang ibu dalam perjuangan mendidik anaknya. Muhammad bin idris kecil sudah mulai menampakkkan kecerdasan intelektualnya dalam berbagai cabang ilmu. Diantaranya, beliau telah selesai menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 7 tahun. Selain itu beliau juga menghafalkan kitab hadits yang ditulis oleh Imam Malik. Kecerdasan beliau yang tinggi mulai tampak tatkala beliau menghafal hadits-hadits Nabi dengan cepat. Tatkala para Muhaddits menyampaikan hadits maka beliau akan mendengarkan dengan baik lalu menulisnya di atas kulit atau pelepah. Tak jarang beliau pergi ke kantor-kantor pemerintahan sekitar Makkah untuk mengumpulkan kertas-kertas setengah pakai yang masih layak agar beliau bisa menuliskan materi pelajaran yang telah didapat. Hal tersebut beliau lakukan tanpa rasa malu sedikitpun akan hinaan orang lain atas dirinya. Kondisi semacam ini, tentu bukanlah hal yang mudah bagi seorang anak kecil untuk melaluinya. Namun Muhammad bin idris yakin dengan usaha yang dilakukan serta berbalut doa kepada Sang Khaliq bahwa apa yang beliau perjuangkan saat ini akan mendatangkan hasil yang manis dikemudian hari.  

            Selain itu, diusia beliau yang masih terbilang dini, Muhammad bin Idris memiliki hobi memanah dan bersyair. Dengan kegigihan dan ketekunannya dalam menggeluti hobinya tersebut, beliau menjadi sangat mahir dalam memanah. Suatu ketika, beliau pernah melepaskan sepuluh anak panah, semua mengenai sasaran dan tidak ada satupun yang melesat.

            Dengan kemampuannya dalam menulis dan melantunkan syair-syair arab yang indah, beliau cukup sering berkumpul dengan anak-anak penduduk daerah pendalaman untuk melantunkan syair bersama. Ketika beliau sedang asyik melantunkan syair bersama anak-anak lain, ada seorang laki-laki yang mendekati beliau seraya berkata “apakah kamu sudah merasa cukup dengan kemampuan yang kamu miliki sekarang? Kenapa kamu tidak manfaatkan kecerdasanmu untuk mempelajari ilmu fiqih.  Sesungguhnya umat islam membutuhkan ilmu tersebut.” Mendengar perkataan tersebut, imam syafii kemudian merenung, dan menyadari kebenaran apa yang telah dikatakan oleh lelaki tersebut.

            Menginjak usia dewasa, imam syafii mulai mencoba melakukan perjalanan menuntut ilmu ke berbagai penjuru daerah. Beliau merasa belum cukup atas keilmuaan yang dimilikinya. Dari Mekkah beliau bertolak ke Madinah. Setelah mendengar kabar mengenai pemimpin Madinah yang memiliki keilmuan tinggi, membuat beliau semakin bersemangat menuju ke kota Madinah. Dengan bekal seadanya, dan diiringi Ridha sang ibu, imam syafii berangkat ke Madinah dengan berjalan kaki untuk mengarungi Samudra ilmu. Perjalanan panjang beliau tempuh dengan semangat dan Azzam yang membara di dalam dada yang menunjukkan kehausannya terhadap warisan Nabi, yakni ilmu.   

            Setelah melewati proses panjang akhirnya imam syafii dapat bertemu dengan salah satu imam yang begitu popular, yaitu Imam Malik. Dari beliau imam syafii belajar banyak hal. Beliau mengikuti berbagai majlis bersama sang imam di masjid-masjid. Tatkala sang imam sedang menjelaskan sebuah pelajaran, beliau melihat imam Syafii sedang memainkan tikar setelah membasahinya dengan air liurnya di atas telapak tangannya. Imam Malikpun menjadi bersedih, padahal dalam majlis tersebut imam malik telah menyampaikan empat puluh hadits. Seakan imam Syafi’i tidak menghargai dirinya yang berbicara di depan. Setelah majelis tersebut selesai, barulah sang Imam mencoba untuk mendekati muridnya itu, lantas berkata, “wahai Muhammad bin Idris, kenapa kamu bermain-main ditengah pembacaan hadits Rasulullah?”, dengan wajah merunduk Muhammad bin idris menjawab pertanyaan sang Imam, “wahai guruku, sesungguhnya tadi aku tidak sedang bermain-main, aku hanya menulis dengan ludahku apa yang anda sampaikan agar aku tidak lupa, karena aku adalah seorang anak yang fakir dan tidak memiliki uang untuk membeli kertas dan juga pena.” Imam Malik tertegun kagum mendengar jawaban dari sang murid. Hatinya dibuat luluh oleh sang murid. Datang dari daerah yang jauh dengan tidak membawa bekal yang memadai, namun begitu gigih. Ditengah kondisi hidup yang berat dan begitu sulit, Muhammad bin idris mampu membuktikan dengan Azzam dan semangat yang tinggi serta pengorbanan dan perjuangan berat, bahwa ilmu  bisa diraih oleh siapa saja yang ingin bersungguh-sungguh.

 Kisah perjalanan hidup beliau dalam menuntut ilmu memberikan gambaran nyata kepada kita bagaimana seharusnya kita berjuang untuk mewujudkan suatu hal yang ingin kita capai dalam hidup. Terkadang manusia terlalu mudah untuk mengeluh tatkala baru menghadapi sedikit ujian. Kita melupakan yang Namanya hakikat perjuangan. Ingatlah kawan…seandainya ilmu itu dapat diraih dengan angan-angan belaka saja, maka kita tidak akan mendapatkan orang bodoh di dunia ini.

Sragen, 24 oktober 2019

Identitas penulis

Nama: Radhiyatun Nisa’

ID Instagram: zahwazahari02@gmail.com

No. WA: 081353249864

Alamat: Ma’had Aly Hidayaturrahman, Pilang, Masaran, Sragen, Jawa Tengah

𝐌𝐞𝐧𝐜𝐚𝐛𝐮𝐭 𝐔𝐛𝐚𝐧

🍀Para Ulama sepakat atas kemakruhan mencabut uban. Diriwayatkan dari Amru bin Syuaib bahwa Rasululloh bersabda:

لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
🍀Anas berkata, ” makruh bagi laki2 mencabut rambut putih dari kepala atau jenggotnya, dan sama halnya dengan wanita.
🍀Alasan dimakruhkannya perbuataan ini adalah karena mengandung makna berpaling dari qadha’ dan takdir Alloh. Karena uban menunjukkan rentanya usia dan itu banyak ditakuti manusia. Mereka mengira dengan mencabut uban dapat menghindarkannya dari penuaan.
🍀Selain itu, jika uban dicabut justru akan tumbuh semakin banyak dan akan mengubah bentuk aslinya, berbeda dengan semir.
𝑤𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 𝑎’𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑠ℎ 𝑠ℎ𝑎𝑤𝑎𝑏…

Dalilul Mar’atil Muslimah, Ali bin Sa’id bin Ali Hajaj al-Ghamidi

Lanjutkan membaca “𝐌𝐞𝐧𝐜𝐚𝐛𝐮𝐭 𝐔𝐛𝐚𝐧”

Sepenggal Kisah Ulama MinangKabau✍

🍀💦🍀
👳‍♂️Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi📜
Sebenarnya sudah sejak bangku SMP mendengar nama ulama masyhur ini, namun Alhamdulillah baru bisa menyelami kisah hidupnya sekarang walau blm terlalu dalam


Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi merupakan adalah seorang ulama asal minangkabau, kelahiran koto tuo balai gurah pada 1852 H/ 1915 M.
Beliau memulai dan mengakhiri karirnya sebagai ulama di Mekkah al-mukarramah. Setelah meninggalkan ranah minang, beliau langsung brangkat ke mekkah untk menunaikn ibadah haji dan menuntut ilmu. Hingga akhirny beliau menjadi ulama dan syaikh trkenal di masjidil haram. Beliau menikah dgn org arab dan memiliki keturunan darinya.
Dari istri pertama, beliau mndapatkn seorg putra yg diberi nama Abdul karim. Sedangkan dr istri kedua dikarunia 3 anak: Abdul Malik, Abdul Hamid, dan Siti Khadijah.


Ilmu utama yg didalami beliau adalah ilmu fiqhi, disamping mempelajari ilmu2 lain seperti ilmu hisab, aljabar, dan falak. Adapun madzhab yg dianutnya adalah madzhab syafi’iyyah. Diantara guru2nya adalah: Ahmad Zain Dahlan dan syaikh Yahya Kabli.
Karena kecerdasan dan ketekunan yg dimilikinya, beliau membuat beberapa halaqah, hingga memiliki ratusan murid. Sebagian besar muridnya berasal dr indonesia dan semenanjung malaysia, yg dulu disebut dgn julukan ‘orang jawi’.
Beliau banyak menulis kitab2 mengenai fiqih dan ushul fiqih dgn bahasa arab dan melayu.
Diantara murid2 beliau yg kmbali plg ke tanah air: Tuan Haji Muhammad Nur yg kemudian mnjd mufti kerajaan langkat, tuan Syaikh Hasan Maksum yg mnjadi mufti kerajaan Deli.
KH Ahmad Dahlan, pendiri muhammadiyah, kiyai haji Ibrahim ketua kedua Muhammadiyah juga merupakn mantan murid beliau.
Semua murid beliau terkenal sebgai ulama, guru, pendiri perserikatan dan organisasi sosial islam dan pejuang kemerdekaan nasional.


Secara langsung, gerak dan perjuangan ahmad khatib di tanah air indonesia umumnya, dan sumatra barat memang tidak ada, namun fikiran2 beliau tntang kemajuan, pembaharuan, dan serta semangat juang melawan penjajahan untk memperoleh kemerdekan, dilakukannya melalui muridnya….


Beliau terkenal sebagai tokoh yg anti penjajah belanda dan kokoh pendiriannya dlm melaksanakn hukum agama, sekaligus menentang kebiasaan lain yg bertentangan dgn hukum islam.
🍀💦🍀
Demikian sekelumit jasa dan perjuangan beliau yg perlu dipelajari lebih lanjut agar lebih tersingkap semua rahasia perjuangan beliau yg akan membangkitkan semangat juang generasi muda islam….
✊🏾✊🏾✊🏾

salamPerjuangan

salamQalam

salamPemudaBaperBangunPeradaban

salamLiterasi

📚Refrns: Gerakan pembaharuan islam di Minangkabau: Hamka

CORONA?? TINGKATKAN IMAN DAN IMUN!🔑

Sesuatu yang sangaat kecil namun berakibat sesuatu yang sangat fatal dan besar. Ya… sejak bulan februari 2020 indonesia digemparkan dengan sebuah penyebaran virus yang awalnya berasal dari negara china. Dan lambat laun virus itu menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Bahkan kini pemerintah telah menetapkan bahwa virus tersebut telah bersifat pandemi.

Covid-19 atau yang kerab disebut dengan virus corona. Tak pandang usia virus ini dapat menimpa siapa saja. Hingga hari ini berita yang saya baca, Indonesia telah mencapai lebih kurang 100 lebih masyarakat yang positif terjangkit virus ini. berbagai kebijakan ditetapkan untuk mengantisifasi penyebaran virus ini. saya yang berada di daerah solo sendiri, mendapat kebijakan untuk karantina mandiri di asrama dan tidak keluar selama kurang lebih dua minggu. Kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu fakum. Dan tempat-tempat umum ditutup. Karena memang di sini virus corona sudah menjangkiti beberapa warga.

Mengerikan…sayapun merasakan hal yang sama. Saya kira manusiawi merasa kekhawatiran atas hal yang kini kita hadapi. Namun sebagai seorang muslim kita jelas harus yakin bahwa apapun yang terjadi di muka bumi ini semua adalah atas kehendak sang Khaliq. Allah ta’ala sudah mengatur semuanya, tidak ada yang tak mungkin jika Allah telah menghendaki maka akan terjadi seketika. Sehingga kita tidak akan merasakan ketakutan yang luar biasa, karena kita begitu yakin bahwa ini semua atas qadarullah.

إذا شاء كان وإذا لم يشاء لم يكن

Kita punya Allah tempat memohon segala sesuatu. Tempat perlindungan dari segala macam bahaya yang mengancam. Gunakan senjata ampuh kita sebagai seorang muslim. DO’A.. dalam sebuah riwayat disebutkan sebuah doa agar terhindar dari penyakit berbahaya:

                اللهمّ إنّا نعوذبك من البرص و الجنون والجذّام ومن سيئ الأسقام

“ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk (berbahaya)”.

Tingkatkan amal shalih dan ibadah kita kepada Allah. Karena semua hal ini adalah adalah salah satu sebab Allah turunkan rahmat dan lindungan-Nya kepada kita.

Selain itu kita juga harus memperhatikan jaasmani. Imunitas dan kekebalan tubuh kita. Bagaimana tubuh kita hanya kitalah yang tahu dan paham. Makanlah makanan yang halal, thayyib, dan mengandung banyak zat peningkat imunitas tubuh, terlebih pada rimpang atau tumbuhan rempah. Kembalilah kea lam dan konsumsi makanan yang fresh agar tubuh kita dapat terbentengi dari virus jahat ini.

Intinya tingkatkan IMAN DAN IMUN….🙂